Upacara Melaspas Rumah

Daya tarik dan pesona Pulau Dewata Bali bukan hanya terletak pada aspek keindahan dan panorama alamnya semata yang bak surgawi, namun juga terletak pada adat istiadat peninggalan leluhurnya. Masyarakat Bali ialah tipikal komunitas masyarakat yang sangat taat terhadap perintah agama dan adat dimana hal itu tercermin dalam laku-keseharian mereka yang selalu berlandaskan pada titah dan anjuran nenek moyang. Mereka sangat memercayai bahwa keberkahan dan kehidupan yang selama ini dijalaninya tak bisa dipisahkan dari kasih sayang Sanghyang Widhi Wasa sehingga merekapun harus berbuat dan berperilaku baik kepada Tuhannya tersebut.

Dan segala bentuk perwujudan syukur dan rasa terima kasih tersebut tertuang dalam beragam ritus keagamaan dan budaya baik yang dilakukan secara berkala maupun temporer. Kalangan wisatawan akan dapat merasakan segala bentuk rigiditas pengimplementasian ritus-ritus keagaman tersebut secara nyata tatkala mereka berkunjung ke Pulau Dewata. Disana akan terlihat betapa segala bentuk dan tindakan yang dilakukan warga lokal pada umumnya senantiasa dikaitkan atau bertolak dari ajaran Hindu yang luhung. Misalnya saja yang tercermin dalam Upacara Melaspas ini.

Setiap peristiwa atau momen yang dihadapi oleh warga Hindu Bali selalu memiliki ritus keagamaan tertentu. Upacara Melaspas dilakukan karena dinilai mengandung makna dan tujuan yang sangat baik. Upacara Melaspas biasanya ditujukan untuk melakukan pembersihan dan penyucian terhadap segala bangunan yang baru saja selesai dibangun ataupun baru ditempati.

Bangunan-bangunan tersebut beraneka macam seperti rumah, rumah dan toko (ruko), kantor, tempat berdagang (usaha), kandang hewan dan masih banyak lagi. Dalam ajaran Islam, Upacara Melaspas ini identik dengan Selamatan untuk memohon keberkahan dan keridhoan Tuhan Yang Maha Esa terhadap tempat yang baru saja dibangun atau ditempati.

Kata “Melaspas” sendiri berasal dari bahasa Bali yang terdiri dari dua rangkaian kata yakni “Mlas” dan “Pas”. Apa artinya? Kata “Mlas” mengandung makna “pemisah” dan kata “Pas” berarti cocok. Dan maknanya secara komprehensif dari Melaspas ialah dalam pembuatan sebuah bangunan biasanya terdiri dari dua unsur yang berbeda yakni unsur kayu dan batu, dimana kalau disatukan akan terbentuk bangunan yang cocok dan sangat layak untuk ditempati atau ditinggali. Dan Upacara Melaspas untuk tempat suci atau istananya Dewa Bhatara biasanya akan dilanjutkan dengan Ngenteg Linggih.

Kegiatan upacara ini memiliki kandungan makna yang mendalam bagi segenap umat Hindu sehingga menjalankannya sudah selaiknya hal yang wajib. Upacara Melaspas merupakan tradisi yang sudah turun-temurun dari nenek moyangnya yang berhasil dipertahankan hingga kini. Upacara sarat makna ini dilakukan oleh orang-orang yang baru saja memiliki bangunan baru supaya ketika nanti didiami orang tersebut merasakan kenyamanan, kedamaian, dan juga ketentraman serta terhindarkan dari segala hal-hal yang tidak diharapkan semisal sakit, pemborosan keuangan, pertengkaran dan lainnya. Makanya banyak warga lokal Bali yang senantiasa “memaksakan” diri untuk melakukan Upacara Melaspas ini.

Dalam Upacara Melaspas ini disebutkan bahwa ada tiga tingkatan yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi orang yang melakukannya. Tiga tingkatan dalam Upacara Melaspas ini ialah:
1. Kanista dimana Upacara Melaspas yang dilakukan tergolong kecil atau alakadarnya saja karena yang paling penting ialah tujuan substantifnya.
2. Madya atau penggolongan Upacara Melaspas dalam kategori menengah
3. Dan Utama dimana Upacara Melaspas yang dilakukannya tergolong besar dan megah

Pelaksanaan Upacara
Laiknya pelaksanaan upacara-upacara lainnya, dalam Upacara Melaspas juga ada tata-cara pelaksanaannya yang cukup rigid. Yakni sebagai berikut:

Ngayaban Caru atau dalam bahasa awamnya yakni mengantarkan sesajen dengan mantra:
– Mengundang sang Bhutakala
– Memberikan labaan
– Dan mengusir atau mengembalikan berbagai roh-roh yang tadinya tinggal atau mendiami bangunan tersebut ke tempat asalnya. Dan kemudian menghadirkan Dewa Ghana yang diyakini sebagai Dewa Rintangan artinya untuk menghalangi hadirnya roh-roh pengganggu.

Ngayaban Pamlaspas yang biasanya didahului dengan:
– Memberikan ucapan orti yang ditujukan pada mudra bangunan
– Memasangkan ulap-ulap pada bangunan yang mana disesuaikan dengan jenis bangunan
– Kalau bangunan merupakan tempat yang suci maka didasar bangunannya digali lubang untuk ditempatkan pedagingan dan dibagian puncaknya diisi dengan padma dari emas.
– Pangurip-urip yakni arang bunga yang diulaskan pada tiap-tiap bangunan yang melambangkan Tri Murti: Brahmana, Wisnu, Iswara. Banyak warga Hindu yang percaya bahwa bangunan yang telah didirikan tersebut memiliki roh hidup
– Ngayaban pas pamlaspas dan juga Ngayaban banten ayaban yang diawali dengan memberikan sesajen kepada Sanggah Surya atau sebatang bambu yang menjulang tinggi
– Ngayaban caru prabot

Ngenteg Linggih
Hal ini dilakukan kalau Upacara Melaspas ini untuk tempat suci, lalu upacaranya pada tingkat madya dan nistaning utama bisa dilaksanakan sekaligus.

Upacara Melaspas ini ialah bentuk dari ketaatan dan kepercayaan umat Hindu Bali terhadap kekuatan yang maha menguasai semesta. Mereka memahami bahwa tiada kekuatan lainnya yang dapat melindunginya dari segala marabahaya dan berbagai gangguan roh-orh jahat kecuali kekuatan-Nya yang Maha Besar dan Kuasa. Makanya kalau ingin diselamatkan dan diberikan keberkahan atas segala maksud dan cita-cita dari bangunan yang baru saja dibuat maka menghaturkan Upacara Melaspas merupakan hal yang mesti dilakukan.

Sumber : http://jalan2.com/city/bali/upacara-melaspas/

Pencarian Kontraktor rumah Bali com:

  • mantra melaspas bangunan
PT EKUTA HOLIDAY BALI
WA : 081 236124 950 (24 jam)
Telp. 081 353 454212, 081 236 124950
"

DISKON MURAH SEPTEMBER -OKTOBER - NOVEMBER 2017VOUCHER PROMO LIBURAN BALI (HARGA ONLINE)
Watersport Tanjung Benoa Rp. 200.000 85.000 /orang
Ayung Rafting Rp. 450.000 275.000 /orang
Telaga Waja RaftingRp.450.000 275.000/orang
Quicksilver CruiseRp. 950.000 790.000 /orang
Bounty CruiseRp.960.000 665.000 /orang
Bali Hai CruisesRp.995.000 885.000 /orang
Sunset Dinner Cruise (romantic dinner) Rp.600.000 420.000 /orang
Seawalker Tanjung BenoaRp.650.000 380.000 /orang
Marine Walk Nusa Lembongan Rp.950.000 710.000 /orang
Sewa Mobil Bali + Driver (tanpa BBM)Rp.300.000 300.000 /10 jam
Sewa Mobil Mercy S Class, E class, BMW, Hummer, Mini Cooper, Vellfire, Toyota Alphard, camry, Hiace, Innova, Fortuner, Rental Bus untuk wedding, mobil pengantin, kunjungan pejabat, meeting, liburan mewah BaliRp.2.000.000 1.700.000 /10 jam
Scuba DivingRp.500.000 300.000 /orang
Odyssey SubmarineRp.900.000 645.000 /orang
Tour Pulau PenyuRp.650.000 350.000 /10 orang
Seafood Pantai JimbaranRp.275.000 140.000 /paket
Bali Bird ParkRp.140.000 105.000 / orang
Naik Unta (Camel Safari)Rp.400.000 300.000 /orang
Naik Gajah (Elephant Safari)Rp.700.000 560.000 / orang
Tiket tari Kecak Uluwatu (Sunset) Rp.120.000 95.000 / orang
Tiket Tari Barong BatubulanRp.120.000 65.000 / orang
Tiket Perahu Dolphin Lovina (Lumba-Lumba)Rp.250.000 100.000 / orang
WaterbomRp.550.000 450.000 / orang
Paket Spa BaliRp.400.000 250.000 / orang
Paket Tour Seafood Jimbaran KecakRp.650.000 550.000 / orang
Fast Boat ke LombokRp.520.000 440.000 / orang
Wisata Cycling (bersepeda)Rp.520.000 380.000 / orang
Foto Pakaian Adat BaliRp.500.000 300.000 / orang
d'Sambal, Rumah makan enak halal, tempat makan rombongan + katering nasi kotak, snack box telp. 0821441 24551 Rp.30.000 15.000 / orang
Nasi campur Bali SUKRENI, spesial ikan dan ayam (halal) melayani paket prasmanan, nasi campur mulai 15rb , nasi kotak, snack box, catering, lokasi jl Kediri Kuta (dekat airport) Telp/ WA : 081239982126 Rp.30.000 20.000 / orang
BOOK NOW >>>BOOK NOW >>>
This entry was posted in Tips Rumah and tagged , , , . Bookmark the permalink.